320x100

Alumni 212 Faisal Assegaf Sebut Fadli Zon Arsitek Hoax, Alasannya Bikin Geleng Geleng!


CeriNews.com - Ketua Progress 98 Faisal Assegaf mengatakan bahwa Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebagai orang yang selalu menyuarakan informasi yang belum tentu benar alias hoax, karena tidak sesuai dengan fakta. Bahkan ia menyebut kalau Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai orang yang dapat menggambarkan sesuatu yang hoax itu bisa mempengaruhi publik.

"Saya menemukan di sana ada arsitek-arsitek penyebab hoax, di antaranya yang disebut dengan dalang intelektual ya Fadli zon dan lain-lain. Itu arsitek (Hoax)," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3).

Seharusnya, menurut dia, sebagai politisi dari partai oposisi pemerintah, Fadli Zon bisa memberikan solusi terkait permasalahan bangsa, bukan membela para pelaku yang selalu menyebarkan informasi hoax.

"Kalau dianalisa ya, dimungkinkan menjadi bapak hoax. Kita tidak akan jernih melihat kekuasaan dalam kerangka koreksi untuk memberikan solusi. Bagaiamana memberi solusi, sementara Fadli Zon itu semangatnya membela para pelaku hoax," ujarnya.

Lebih lanjut ia menilai, di dalam sebuah arus oposisi atau yang biasa disebut partai oposisi itu, bahwa sejumlah politisinya mempunyai dua macam watak dari sisi sosial politik. Bahkan Faisal pernah menjadi arsitek di pihak oposisi dari segi sosiogi politiknya. Selain itu ada juga oposisi yang terbelah menjadi dua watak.

"Ada satu watak oposisi yang memang seperti Fadli Zon. Ini saya bicara fakta, bahwa yang menggunakan semua perbedaan di media masa itu memakai bahasa penyuaraan kebencian terhadap kekuasaan. Dan mereka ini, mengakumulasikan semua isu yang dihasilkan oleh hoaks, untuk menyerang kekuasaan," ujarnya.

Dari informasi hoax itu, kata dia, dalam rangka memainkan isu sara dan informasi yang sifatnya ujaran kebencian terhadap pemerintah yang saat ini berkuasa.

"Dalam memori koreksi (hoax) untuk menyerang kekuasaan dalam skala besar. Nah kelompok ini yang saya sebut dengan kelompok pengusung amarah, dan pengusung kebencian ya," ucapnya.

"Jadi contoh begini, saya tidak melihat pak Prabowo dengan Fadli Zon itu dalam mencermati fenomena politik identitas, isu-isu sara itu, dan kecamasan terhadap hoaks. Gerindra itu membuat satu posko gerakan antihoaks, antifitnah, itu tidak ada," tambah dia.

Ia menegaskan, partai Gerindra sebagai oposisi tidak memberikan solusi kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), tapi selalu menyerang penguasa dengan informasi hoax yang telah dikemasnya.

"Nah kelompok ini kemudian mengusung logika akal pendek mereka, sentimen emosional, dan isu sara sebagai satu sampah politik yang seringkali dikemas untuk menyerang suatu kepemimpinan nasional. Makanya (sebagai pengoreksi) mereka nggak ada solusi," tegasnya.

Selain itu, ia pun mengaku telah terjebak dengan permasalahan politik yang terjadi selama 3 tahun, sehingga membuat dirinya selalu memberikan kritikan kepada presiden Jokowi.

"Selama tiga tahun saya sangat mengkritik pak Jokowi. Kemudian saya insyaf. Saya terjebak dengan situasi politik yang tidak sehat," katanya.

"Saya yang 10 tahun beroposisi di kepemimpinan SBY, Megawati, dan beroposisi di era Soeharto. Kalau saya melihat saat ini oposisinya itu abal-abal," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Fadli Zon telah melaporkan Ananda Sukarlan yang juga sebagai seorang pianis sekaligus komponis ternama, Ananda Sukarlan ke Bareskrim Polri.

Melalui akun twitternya, Fadli menduga Ananda telah menyebarkan informasi bohong atau hoax. Namun belum jelas informasi apa yang diutarakan Ananda sehingga dituding menyebarkan hoax.[]

Sumber: Akurat.co

1 Response to "Alumni 212 Faisal Assegaf Sebut Fadli Zon Arsitek Hoax, Alasannya Bikin Geleng Geleng!"

  1. Kadang rakyat bingung dan bisa terbagi karena ucapan para wakil di DPR yang kadang tidak bermutu ,semoga dengan tertangkapnya penyebar hoax mereka juga sadar bahwa ucapan mereka juga bisa untuk dijadikan bahan produksi.wasalam.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel