320x100

Dibalik Ricuh Dirut BUMD DKI, Netizen Ini Temukan Bukti Anies Lebih Pentingkan Pencitraan daripada Rakyat!


IS EVERYONE REPLACEABLE?
(oleh ABhumi)

"Everyone is replaceable,"

Kata om Anies pada seseorang yg dalam kapasitas kerjanya menuntut pencairan modal untuk membayar hutang sesuai tugas yg d berikan pemprov DKI pada perusahaan yg d pimpinnya.

"Kalau memang ingin mundur, mundur sajalah, tidak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja,"

"Tidak ada orang yang irreplaceable. Everyone is replaceable. Mundur, boleh, tidak mundur boleh, silakan. Be professional,"

"Kalau pemred ganti, terus berhenti gitu medianya? Ya tidaklah,"

Ucap om Anies.

Om Anies langsung panas mendengar keluhan pemimpin BUMD yg sebenarnya ada dasarnya, tanpa mau mendengar duduk perkaranya terlebih dahulu, tanpa tau sejarah PD Dharma Jaya sebelum2nya.

PD Dharma Jaya tuh bukan perusahaan baru. Perusahaan ini semenjak 1997 sudah berlumuran hutang, dan semenjak 2003 hutangnya d tambah dengan hutang pajak, sehingga mandul dalam hal kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Pada tahun 2013, PD Dharma Jaya sudah mensupply 20% daging sapi d DKI. Dengan bisnis dari hulu k hilir, Dharma Jaya tidak hanya memiliki RPH (Rumah Pemotongan Hewan) d Cakung, juga punya 12 hektar lahan d Serang, gudang pendingin, pemotongan, distribusi dan pengemasan.

Sebagai salah satu anggota BKP (Badan Ketahanan Pangan), Dharma Jaya juga bekerja sama dengan Bulog.

Dengan potensi begitu besar, Dharma Jaya seperti perusahaan yg cannot fail bukan? Tetapi perusahaan ini membukukan kerugian selama bertahun2, dan semenjak 2011 tidak pernah menyetorkan dividen k PAD DKI.

Sehingga pada 2013 sempat nyaris d divestasi oleh Jokowi ketika masih Gubernur lantaran performancenya yg terus menurun.

Marina Ratna Dwi Kusumajati, yg menjadi Direktur Utama semenjak Desember 2014 menyatakan ada sejumlah masalah selain masalah hutang sekitar 17,5 miliar dan piutang 10 miliar tak d setor, yg menyebabkan perusahaan daerah milik DKI itu merugi bertahun2. Antara lain kecurangan oknum, bahkan beberapa kali d lihat sendiri prakteknya.

Cerita BMUD dan BUMN yg merugi dan terus d pelihara sebagai sapi perah rasanya sudah cerita lama yg ga perlu aku ceritakan lagi. Rasanya baru d masa Jokowi d ambil tindakan untuk BMUD/BUMN yg melempem.

Marina langsung membenahi manajemen internal, mengurangi gaya birokratis dan lebih meniru sistem swasta. D akhir bulan pertama menjabat Marina menyelesaikan 1,5 miliar piutang yg selama ini mangkrak.

Semenjak berada d tangannya Dharma Jaya perlahan membaik, dan pada triwulan II tahun 2017, Dharma Jaya membukukan laba sebesar 552 juta. Sehingga kondisi keuangan PD Dharma Jaya bisa kembali positif.

Saat ini, PD Dharma Jaya terancam tdk bisa membeli daging, khususnya daging ayam. Krn PSO (Public Service Obligation) yg d janjikan Sandiaga Uno sebagai mengganti PMD (Penanaman Modal Daerah) dalam rangka menyediakan daging murah bersubsidi tdk turun2.

Marina selaku Direktur Utama Dharma Jaya sudah menyerahkan proposal untuk modal daging murah semenjak November 2017. Namun krn uang tak cair2, Dharma Jaya terpaksa berhutang s/d 80 milyar pada para pengusaha pemasok ayam.

Permintaan reimbursement yg d masukkan dari Desember 2017 pun sampai sekarang masih tertahan d SKPD.

Pada artikel yg d muat Viva, menurut Anies Baswedan, permasalahan yang terjadi di PD Dharma Jaya lantaran mengalami kekurangan dana untuk menyubsidi pangan, sudah selesai.

Sudah selesai apakah maksudnya tidak akan d bayar? D biarkan jadi hutang terus menerus? Atau Dharma Jaya d suruh kembali seperti dulu? Jadi BMUD mandul yg merugi tahun k tahun?

Lagipula, kalau uang tdk turun, apa pantas d sebut subsidi?

Anies Baswedan marah ketika mendengar "ancaman" resign Marina tanpa tau permasalahannya. Anies Baswedan lebih mementingkan ego dan harga dirinya daripada program daging murah untuk rakyat dan keadaan salah satu BUMD Jakarta.

Sandi berusaha mempertahankan Marina, sedangkan Anies cenderung mengusirnya.

Sepertinya Sandi lebih mengerti bobot seorang CEO. Sedangkan Anies lebih perduli dengan citranya.

Everyone is replaceable? Yup, mengganti yg baik dengan yg buruk sangat mudah.

Kita semua sudah alami pergantian berlian dengan ampas kecap pada pilkada Jakarta yg lalu.

(kwek)

-----===** Source **===-----

https://m.viva.co.id/amp/berita/metro/1017053-anies-berang-direktur-bumd-dharma-jaya-ancam-mundur
https://www.merdeka.com/jakarta/pso-tak-kunjung-cair-pd-dharma-jaya-utang-rp-80-miliar-ke-peternak-ayam.html
http://dunia.rmol.co/read/2013/07/18/119009/Dirut:-Sayang-Sekali,-PD-Dharma-Jaya-Ditutup-
http://jakarta.bisnis.com/read/20150415/384/423081/pd-dharma-jaya-ini-strategi-dirut-baru-sehatkan-perusahaan
http://www.beritajakarta.id/read/48808/Laba_PD_Dharma_Jaya_Alami_Peningkatan

Sumber: FB ABhum

1 Response to "Dibalik Ricuh Dirut BUMD DKI, Netizen Ini Temukan Bukti Anies Lebih Pentingkan Pencitraan daripada Rakyat!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel