Ini 9 Fakta Kronologis Perusakan Gereja Katolik Di Palembang, Nomer 7 Bikin Kapolda Sumsel Terpukul!


CeriNews.com - Tim Polsek Rantau Alai didukung personel Polres Ogan Ilir sedang memburu enam pelaku perusakan Gereja Katolik Stasi Santo Zakharia di Dusun 3, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (8/3/2018) dini hari.

Gereja Katolik Stasi Santo Zakharia ini adalah wilayah reksa gerejani Paroki Santa Maria Ratu Rosario Seberang Ulu, Palembang, Sumatera Selatan.

Dilansir dari Antaranews, Kepala SPK Polsek Rantau Alai, Aiptu Sahil Arsyad mengatakan, pihaknya saat ini berupaya melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

Dalam laporan disebutkan, pelaku pengrusakan yang berjumlah enam orang laki-laki itu.

"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi serta barang bukti terkait kasus perusakan itu, ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan petunjuk lapangan, diharapkan bisa segera diungkap pelakunya dan dilakukan pengejaran untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Berikut Fakta Kronologisnya;

1. Pelaku 6 orang


Berdasarkan laporan pihak Gereja Katolik Stasi Santo Zakaria Rantau Alai Paroki Ratu Rosario Seberang Ulu, ada enam orang laki-laki yang tidak dikenal mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai tiga unit sepeda motor.

2. Melakukuan aksi perusakan pada dini hari

Pengrusakan gereja itu terjadi pada Kamis (8/3/2018) sekitar pukul 00.30 WIB.
Pihak gereja melaporkannya ke Polsek Rantau Alai sekitar pukul 01.30 WIB dan Polsek melaporkan ke Polres Ogan Ilir sekitar pukul 05.40 WIB.

3. Pecahkan dinding gereja

Pelaku masuk ke dalam gereja dengan cara memecahkan dinding pintu depan dengan palu dan melepaskan daun jendela.

Kemudian pelaku memecahkan kaca dengan batu kali, menumpukkan kursi plastik dan patung Bunda Maria dan Patung Yesus di tengah ruangan dan membakarnya.

4. Pelaku kabur

Saat melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran itu, masyarakat sekitar gereja pun mengetahuinya dan langsung ke TKP dan para pelaku melarikan diri.

Warga pun membantu menyiram api sehingga kebakaran besar bisa dihindari.

5. Barang bukti yang diamankan

a. Palu besar satu buah.
b. Batu kali dua buah.
c. Daun jendela satu buah.
d. Kursi rusak 1 unit.

6. Pertemuan tokoh-tokoh

Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com, pada pukul 10.15 WIB, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara langsung turun tangan ke lokasi kejadian dan melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat yang turut dihadiri Dandim, Kapolres, Sekda, Camat, dan Kepala Desa.

Selain itu menjalin silaturahmi dengan Pemuda NKRI dan Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama dan Pangdam yang diwakili Kasdam, yang membahas kejadian ini dan tentang hoax yang beredar di media sosial hingga dampaknya ke masyarakat.

7. Sebagai putra daerah,Kapolda merasa terpukul dengan kejadian ini

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan kasus pengrusakan gereja Katholik inj kepada aparat.

Sebagai putra daerah Palembang, ia mengaku sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

“Ini terasa sangat memukul, tiba-tiba di sana ada orang yang merusak rumah ibadah. Masyarakat percayakan kepada kami untuk menyelidikinya,” kata Irjen Zulkarnain.

Dia mengatakan, saat ini polisi masih terus menyelidiki dan memburu para pelaku. “Ini kejadian pertama kali di Sumsel, kami masih selidiki dahulu motifnya seperti apa,” ujarnya.

8. Warga kompak membersihkan puing-puing perusakan

Kapolres Ogan Ilir Palembang AKBP Gazali Ahmad mengatakan, setelah kejadian tersebut, warga setempat bersama petugas telah bersama-sama membersihkan tempat ibadah tersebut.

"Alhamdulilah warga kompak. Bukan hanya umat Kristiani, umat Muslim juga turun tangan. Luar biasa kekompakan mereka, sekarang kondisi di daerah tersebut sudah dalam susana kondusif,” katanya.

9. Gereja baru diresmikan
Sebagaimana diketahui, Gereja Katolik Stasi Santo Zakharia Rantau Alai, Paroki Seberang Ulu ini baru saja diresmikan oleh Uskup Agung Palembang Mgr Aloysius Sudarso SCJ, Minggu (4/3/2018).

Lokasi gereja ini kurang lebih 2-3 jam perjalanan darat dengan mobil dari Kota Palembang. “Itu pun kalau lancar dan jalan bagus,” tutur Romo Sigit Pranoto SCJ, anggota Kongregasi Imam Hati Kudus Yesus (SCJ) yang tengah belajar di Yogyakarta itu sebagaimana dikutip dari Sesawi.Net.

0 Response to "Ini 9 Fakta Kronologis Perusakan Gereja Katolik Di Palembang, Nomer 7 Bikin Kapolda Sumsel Terpukul!"

Posting Komentar