Licik, Begini Modus Penipuan Umroh Yang Dilakukan Pencetus Group WA #2019GantiPresiden Neno Warisman


CeriNews.com - Artis era 80an Neno Warisman dilaporkan pasangan suami-istri Geodi Naim dan Mirza Dewiyanti ke Polres Metro Jakarta Selatan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan perjalanan umrah ke Tanah Suci.

Karena kasus ini, keduanya merugi hingga US$ 2.550. Bagaimana ceritanya?

Jumat (6/3/2015), Liputan6.com berbincang dengan pengacara Ahmad Ramzy.

Dia merupakan kuasa hukum yang ditunjuk oleh Geodi dan Mirza. Kasus ini bermulai dari pengajian ibu-ibu.

 "Awal mulanya, mereka dan Neno Warisman satu pengajian di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Dari situ ada ide untuk umrah bareng menggunakan jasa Neno Tour (biro jasa perjalanan milik Neno Warisman). Akhirnya mereka mengumpulkan uang," kata Ramzy membuka cerita.

Geodi dan Mirza mentransfer uang sebesar US$ 2.550 ke rekening Nano Tour untuk pembayaran biaya perjalanan umrah untuk dua orang. Setelahnya, Geodi dan Mirza dijanjaikan terbang ke Tanah Suci pada 24 Desember 2014.

 "Ternyata, setelah tiba di Bandara, mereka tidak jadi terbang karena visa belum keluar. Alasannya paspor hilang di Kedubes Saudi Arabia," cetus Ramzy.

Total, di hari itu ada 32 jamaah yang batal berangkat. Neno Tour menempuh jalan kekeluargaan untuk memberi kompensasi. "Sebagian ada yang diatur ulang jadwalnya, sebagian dikembalikan uangnya. Nah, klien saya belum dikembalikan uangnya," tutur dia.

Atas hal itu, Neno Warisman selaku pemilik Neno Tours pun dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 8 Januari lalu. "Sampai saat ini, saksi sudah diperiksa termasuk tiga karyawan Neno Warisman," tandas Ramzy.

Menurut Ramzy, Neno Warisman sudah dikirim surat pemanggilan oleh polisi.

Rencananya, penyanyi yang belakangan aktif di dunia keagamaan itu akan menjalani pemeriksaan pada 9 Maret mendatang di Polres Jakarta Selatan.

"Menurut informasi dari penyidik, Neno akan diperiksa sebagai saksi pada Senin mendatang," ungkap Ramzy.

Neno Warisman Cetuskan Grup WA #2019GantiPresiden, Target 1 Juta Anggota
Gerakan 2019 Ganti Presiden yang diserukan politikus PKS Mardani Ali Sera sekitar satu pekan lalu disambut hangat oleh para pendukungnya. Sejak dimunculkan, kampanye ini diklaim tumbuh dengan sangat cepat.

Salah satu yang menyambut gerakan tersebut adalah Titi Widoretno Warisman atau yang lebih dikenal sebagai Neno Warisman. Neno kemudian membuat grup di aplikasi Whatsapp yang diberi nama #2019GantiPresiden.

Neno pun mengaku kaget melihat antusiasnya masyarakat menyambut kampanye tersebut.

“Sejak saya melihat adanya seruan dari Pak Mardani di medsos, saya pun membikin WhatsApp Group (WAG) dengan nama grup yang sama, yakni #2019GantiPresiden. Dan kagetnya saya, dalam tiga hari saja sudah ada 100 WAG memakai logo yang sama,” kata Neno kepada INDOPOS, Rabu (14/3/18).

Menurut Neno, awalnya dia hanya membentuk WAG untuk grup majelis talim yang diikutinya.

“Namun saat saya bentuk, dalam waktu dua jam ternyata grup WA yang saya bikin sudah penuh 200 orang sehingga tidak bisa menambah lagi. Hingga kemudian saya sarankan mereka membikin grup baru,” ujar Neno.

Soal admin WAG, ucap Neno, semua atas sepengetahuan dirinya. Sehingga grup tersebut tidak menjadi liar dan dimasuki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Admin inilah yang nanti bertanggung jawab terhadap identitas anggotanya,” katanya.

Neno mengaku, anggota yang ada di dalam grup WA itu memiliki satu misi, yakni berkeinginan pemilu mendatang menghasilkan presiden baru. Dia menegaskan, rakyat menginginkan pemimpin yang tidak sekadar janji manis mengumbar senyum.

Meski demikian, dalam grup tersebut tidak diperbolehkan berbicara soal calon presiden atau wakil presiden.

“Di grup ini adalah anggotanya lintas partai, lintas profesi. Dan kami melarang tidak boleh membicarakan sosok capres. Meski di grup ini terdiri dari berbagai pendukung capres di pilpres nanti,” katanya.

Grup ini, kata Neno, akan memberi advokasi jika ada anggota grup yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pemilihan di pemilu 2019.

Jadi atas dasar ini, lanjutnya, dirinya meyakini gerakan #2019GantiPresiden ini akan terus bertambah.

“Target kami hingga lebih dari satu juta anggota,” pungkasnya.

Sumber: liputan6.com & jurnalpolitik.id

0 Response to "Licik, Begini Modus Penipuan Umroh Yang Dilakukan Pencetus Group WA #2019GantiPresiden Neno Warisman"

Posting Komentar