320x100

Ahok Beri Tamparan Keras untuk Yusril Ihza Mahendra Usai Disebut Tak Bisa Nyapres karena Sang Ayah!


CeriNews.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengunggah foto masa lalunya, melalui akun Instagram, Selasa (3/4/2018). Foto yang diunggah oleh @timbtp ini memperlihatkan potret keluarga Ahok.

Tampak kedua orangtuanya dan saudara-saudaranya. Terdapat dua foto yang diunggah. Yakni saat satu keluarga mengenakan pakaian adat Bali serta satu foto saat adik Ahok, Fify Lety Indra, diwisuda.

Pada unggahan tersebut, tertulis caption yang menceritakan tentang sosok sang ayah, Indra Tjahaja Purnama. Berikut caption yang ditulis:

Tidak ada manusia yang bisa memilih dimana dan sebagai siapa ketika dia lahir.
Itu semua adalah misteri dan kehendak Ilahi.
Dan Bapak Indra Tjahaja Purnama adalah seorang nasionalis sejati yang semasa hidupnya selalu membaktikan dirinya bagi masyarakat tanpa melihat faktor Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan.



Beberapa warganet menduga, bahwa unggahan ini sebagai sindiran keras untuk Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. Sebelumnya diberitakan bahwa Yusril mengatakan bahwa Ahok tak bisa mencalonkan diri sebagai presiden.

“Kalau Ahok pasti tidak bisa,” kata Yusril.

Yusril beralasan hal tersebut berkaitan dengan status kewarganegaraan Ahok. Ia yang mengaku mengenal baik Ahok pun sempat membawa-bawa nama ayah Ahok yang dikabarkan memilih menjadi warga negara Tiongkok.

Ucapan tersebut disampaikan saat Yusril hadir di Kongres Umat Islam SUmatera Utara yang juga dihadiri Amien Rais, Jumat (30/3).
Adik Ahok, Harry Basuki Tjahaja Purnama pun sampai menulis surat terbuka untuk Yusril.

“Kalau ini urusannya dengan Ko Ahok, itu urusan Bang Yusril dengan Ko Ahok. Tapi kalau menyangkut bapak saya, maaf ini menyangkut saya,” kata Harry pada surat tersebut.

Berikut ini isi surat Harry Basuki yang ditulis di Jakarta, 1 April 2018:


Surat terbuka buat Bang Yusril.

Ngimana abang kabarnya ikam.

Saya baru pulang dari Belitung, dari makam bapak saya. Hari ini bertepatan dengan hari raya Paskah.

Saya cukup terkejut dengan berita pernyataan Bang Yusril mengenai Bapak saya di acara Islamic di Medan.

Pertama, saya tidak mengerti, kenapa nama bapak saya dibawa-bawa di acara tersebut. Dikatakan bahwa bapak saya memilih menjadi WNA dan kami menjadi warga negara Indonesia tahun 1986.

Kalau ini urusannya dengan Ko Ahok, itu urusan Bang Yusril dengan Ko Ahok. Saya sendiri berhubungan baik dengan adik Bang Yusril. Tapi kalau menyangkut bapak saya, maaf ini menyangkut saya.

Kedua, saya berpikir bagaimana bapak saya yang memiliki nasionalisme tinggi, (lebih) memilih (menjadi) warga negara asing dan baru menjadi WNI sekitar tahun 1986? Padahal bapak saya selalu mengajarkan nilai-nilai nasionalisme dan kami semua sekolah di SD Negeri 3 Gantung.

Yang ketiga, bagaimana Bang Yusril tahu kalau bapak saya lebih memilih WNA, sedangkan umur Bang Yusril saja masih muda? Apa bapak saya bilang ke abang, keluarga abang atau hanya kesimpulan abang saja? Saya tidak tahu sulit atau tidaknya mengurus (menjadi) WNI waktu itu.

Bapak saya lahir di desa air tangga / simpang pesak, Belitung Timur. Beliau meninggalkan nama baik dan selalu dikenang membantu masyarakat yang membutuhkan. Begitulah almarhum bapak saya.

Yang terakhir, tentu saya ingin tahu dan melihat akte kelahiran saya. Di situ jelas tertulis bahwa saya lahir sebagai Warga Negara Indonesia. Apakah bisa (kalau) bapak saya WNA tapi anaknya lahir sudah WNI ?

Saya tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin meluruskan bahwa bapak saya almarhum bernama : INDRA TJAHAJA PURNAMA. Silahkan lihat di akte kelahiran saya. Dan bapak saya adalah Warga Negara Indonesia yang sangat-sangat cinta tanah air.

Bapak yang selalu ingin anak-anaknya sekolah agar pulang dapat membantu dan membangun masyarakat di kampung halamannya.

Salam,
Harry Basuki
(TribunSolo.com/Noorchasanah A)

0 Response to "Ahok Beri Tamparan Keras untuk Yusril Ihza Mahendra Usai Disebut Tak Bisa Nyapres karena Sang Ayah!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel