320x100

Disudutkan Lantaran Puisi Gus Mus, Begini Balasan Makjleb Ganjar & Gus Yasin!


CeriNews.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen, menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus Pemantapan Pemenangan Pilgub Jateng dan Persiapan Pemilu 2019.

Rapat itu digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Sultan Hadiwijaya, Desa Mangunjiwan, Minggu (8/4/2018) siang.

Taj Yasin Maimoen menyatakan pasangannya akan saling bekerjasama mengentaskan kemiskinan dan sejumlah persoalan warga Jateng.

Gus Yasin, menyebut ada sekelompok orang berupaya memfitnah pasangan Ganjar-Yasin.

"Fitnah yang beredar adalah Ganjar-Yasin menista agama. Itu tidak benar. Mari kita jawab dan respon isu seperti itu secara bersih, santun. Jangan balas fitnah dengan fitnah," beber putra ulama kharismatik, Kiai Maimoen Zubaer itu.

Ganjar ikut menimpali.

Ia mengaku mendapat cacian melalui media sosial, terkait pembacaan puisi Gus Mus di Kompas TV belum lama ini.

"Sehari kemarin saya dibully, alhamdulillah. Salah satu host dari televisi, Damailah Indonesiaku, menghajar saya habis-habisan," tutur Ganjar.

Alumnus UGM itu berujar ada satu orang yang membela. Orang tersebut, kata Ganjar, adalah salah satu kader muda NU, yang saat ini berada di Amerika Serikat.

"Bro pahami dulu ilmumu. Itu puisinya Gus Mus. Biar kamu ngerti ilmumu sampai mana," kata Ganjar menirukan kalimat si kader itu.
"Yang dimaksud Gus Mus itu bukan teriakan adzan. Tetapi pengeras suaranya. Pengeras suara itu kan produk sekarang, itu produknya kafir. Coba mikir, kamu mengatakan dungu, dungu," tambah Ganjar.

Pria berambut putih itu melanjutkan, sebagai seorang muslim, si host itu sudah meminta maaf. Ganjar pun menyatakan sudah memaafkan. Dia berharap tak ada orang yang menggoreng isu tersebut secara berlanjut.

"Alhamdulillah, kemarin saya kirimkan bagaimana seorang santri membacakan itu (puisi), seorang mantan menteri membacakan itu, seorang Gus Mus membacakan itu, dan tidak ada yang protes. Lha kok protesnya ke Ganjar? Salahnya sendiri Ganjar cagub. Mungkin gitu," kata dia.

Sebagai informasi, telah beredar berita terkait pembacaan salah satu puisi milik Gus Mus oleh Ganjar Pranowo. Puisi itu berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana.

Sejumlah media daring memberitakan ada warganet mengkritik salah satu bait puisi yang diduga menista agama.

Acara di Demak


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan acara itu dihadiri sekitar 800 orang simpatisan dari sejumlah PAC se-Kabupaten Demak.

"Kita harus gas pol rem blong untuk pemenangan Ganjar-Yasin. Untuk periode kedua. Kita harus bekerja, karena waktu (hari pencoblosan) sudah dekat," kata dia.

Selanjutnya, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Sutjipto menyampaikan pasangan Ganjar-Yasin merupakan representasi nasionalis dan religius, kaum Marhaen dan Nahdliyin.

"Mereka gambaran kedekatan Bung Karno dengan para ulama waktu bekerjasama melahirkan NKRI. Sehingga, mereka harus menang mutlak," seru Sutjipto, dibalas pekikan menang dari simpatisan.

Sumber : Tribun Jakarta

0 Response to "Disudutkan Lantaran Puisi Gus Mus, Begini Balasan Makjleb Ganjar & Gus Yasin!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel