Dulu Sempat Mendukung Prabowo, Ini Pengakuan Blak-Blakan Denny Siregar!


MAAF, JOKOWI SUDAH MEMENANGKAN HATI SAYA..
Saya ingat sebelum 2014 lalu, saya adalah salah satu penyuka Prabowo Subianto..

Kenapa ? Karena memang saya bosan dengan tipikal model calon lainnya yang dari itu ke itu saja. Mukanya sama dari tahun ke tahun. Gak berubah...

Era SBY selesai, dan saya juga lelah harus melihat wajahnya yang penuh dengan sikap terzolimi sedemikian dahsyatnya dengan seringnya ia muncul d media, tapi kenyataannya korupsi dimana-mana oleh anggota partainya..

Lalu muncullah Jokowi sebagai pembanding. Saya masih belum berubah..

Saya mulai ragu sesudah PKS berlabuh. Saya bukan anti PKS, cuma saya sangat tidak suka dengan gayanya yang sok santun tapi penuh racun. Dan berbondong2 beberapa tokoh yang saya kenal rakus pun bergabung dengannya.

Saya ingat ketika membuat quote, "Jika ingin melihat benar dan salah, lihat kemana PKS berpihak dan pilihlah lawannya.." dan ternyata quote itu viral kemana-mana.

Pilihan saya akhirnya jatuh ke Jokowi, meski saya tidak begitu mengenalnya. Tapi mungkin itu bagian dari perlawanan saya terhadap orang-orang di sekitar Prabowo. "Yang penting saya gak milih mereka.."

Baru pemilu 2014 lah saya begitu semangat memilih, mencoblos, bahkan menjaga penghitungan suara sampai selesai. Dan Jokowi menang dengan segala prosesnya yang melelahkan..

Awal kepemimpinan Jokowi penuh dengan kebisingan. Mulai dari terbelahnya parlemen sampai Polri vs KPK. Sempat ragu apakah pilihan saya tepat atau salah, hanya saya bukan tipikal orang yang senang menjilat ludah. Saya sudah memilih dan resikonya akan saya raih.

Waktu demi waktu pembangunan nyata di Indonesia mulai tampak berubah. Jokowi membangun infrastruktur dimana-mana sebagai pondasi ekonomi negara. Dan yang saya suka, ia begitu perhatian pada Papua yang sebelumnya selalu berteriak ingin merdeka.

Orang bilang tidak ada cinta pada pandangan pertama. Cinta itu adalah proses saling mengenal lebih dalam dengan melihat apa yang dia perbuat bukan lagi siapa dia. Dan saya perlahan-lahan jatuh cinta padanya..

Kesederhanaan Jokowi dan keluarganya adalah potret terbalik dari kehidupan hedonis keluarga pejabat sebelumnya. Ia menjadi inspirasi bagi saya sebagai ukuran keberhasilan seorang ayah terhadap anak-anaknya. Jika ia berhasil menjadikan anaknya sebagai contoh semua orang, ia pasti akan berhasil mengelola negara. Itu logika sangat sederhana bagi saya..

Semakin lama saya semakin jatuh cinta padanya. Saya mengikuti semua geriknya, dan banyak belajar bagaimana mengambil langkah dalam posisi yang sulit tanpa emosi yang berlebih. Jokowi juga mengajarkan bagaimana merangkul mereka yang berseberangan dengannya. Ia mengenalkan model politik yang bersih dan menyenangkan.

Kunjungannya ke Asmat di Papua baru-baru saja, membuat saya meleleh. Betapa hornatnya warga Asmat padanya dan mereka menyambut dengan suka cita. Nama Jokowi harum dipedalaman sana. Apalagi ketika ia menggendong anak2 ditangannya.

Tingkah bu Iriana yang natural dalam meluapkan kasih sayangya kepada anak2 Asmatpun sangat natural sebagaimana seorang ibu. Tanpa sikap menjaga diri berlebihan mengingat ia adalah ibu negara..

Jadi, ketika seorang teman bertanya, "Kenapa kamu selalu membela Jokowi ? Apa kamu dibayar untuk selalu menyanjung2nya ??"

Saya tersenyum. Tidak semua orang mengerti. Tapi secangkir kopi di depan saya sangat memahami. Saya seruput dengan nikmatnya, sambil menggumam, "Maaf, Jokowi sudah memenangkan hati saya.."

Ah, sore ini indahnya...

Denny Siregar
www.baboo.id


Sumber: FB Denny Siregar

0 Response to "Dulu Sempat Mendukung Prabowo, Ini Pengakuan Blak-Blakan Denny Siregar!"

Posting Komentar