Tak Terima Dilaporkan ke Polisi, Rocky Gerung Serang Permadi Arya Dengan Ejekan Kasar Begini..!!


CeriNews.com -Pria yang juga mengajar metodologi di FIB UI itu menegaskan dirinya berada di dalam program televisi tersebut sebagai narasumber yang dimintakan hadir memberikan pendapat.

"Kalau saya disebut saya menghina, berarti saya mengumpulkan banyak orang untuk mendengarkan hinaan. Itu saya diundang di situ untuk menerangkan apa itu bedanya fiksi dan fiktif," ujar Rocky.

"Lain kalau saya misalnya memang ingin menghina lalu kumpulin orang, 'dengerin ya saya mau ngomong gini-gini konferensi pers'. Itu artinya inisiatif saya. Saya tidak berinisiatif, saya kan narasumber untuk menerangkan sesuatu karena diminta."

Atas dasar itu, Rocky menilai orang yang melaporkan dirinya ke polisi itu keliru karena dia berada di sana dan berbicara karena undangan.

Selain itu, Rocky pun menyindir pelapor dirinya ke polisi memiliki kedangkalan ilmu akan dunia literasi, bahkan tidak pernah membaca buku sastra.

"Apa untungnya berdebat dengan orang yang tidak mengerti fungsi bahasa, enggak pernah baca sastra, enggak pernah ngalamin keindahan dalam imajinasi. Itu repot. Jadi biar saja dilaporkan ke polisi, supaya polisi juga bisa bedakan nanti apa ini orang masuk akal atau akalnya di luar gitu, di luar artinya enggak ada di kepala," ujar Rocky.

Peyorasi Istilah Fiksi

Rocky mengatakan dirinya menyinggung kitab suci dalam program tersebut karena ingin menerangkan arti fiksi.

Rocky sendiri menilai fiksi telah mengalami peyorasi akibat ulah politisi. Adapun ulah politisi yang dimaksudkan adalah akibat ramainya perdebatan Indonesia Bubar 2030 yang ternyata adalah isi dalam novel fiksi berjudul Ghost Fleet: Novel of the Next World War.

Ia mengakui di dalam kitab suci setiap agama ada yang faktual yakni kisah sejarah. Namun, dalam kitab suci pun ada pemaparan soal masa depan yang belum terjadi saat ini.

"Ada jejak arkeologis dari kitab suci, tetapi kitab suci itu intinya adalah yang di depan, ekstakologi. Saya bilang, 'apa yg umat harapkan di depan, itu statusnya itu fiksional'..., tetapi [bagi] orang seperti pelapor fiksi artinya buruk dong," kata dia.

Rocky menegaskan Tuhan memberikan fiksi kepada manusia agar bisa berimajinasi. Sementara, ketika orang menyebutkan fiksi sebagai hal buruk itu disebutnya menjadi indikator buruk tingkat literasi.

Saat menjadi narasumber dalam sebuah program televisi, Selasa (10/4), Rocky menyebut kitab suci sebagai fiksi. Dalam penjelasan selanjutnya, ia mengaku ingin meluruskan makna fiksi yang dinilai menjadi peyorasi akibat ulah politisi. Rocky pun meminta fiksi dibedakan dengan 'fiktif'.

Dalam KBBI, ada tiga definisi untuk fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya); rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan; pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran. Sementara fiktif didefinisikan: bersifat fiksi, hanya terdapat dalam khayalan.

Akibat pernyataannya tersebut, Rocky pun dilaporkan ke polisi dengan dugaan menyebarkan informasi bermotif SARA untuk menimbulkan rasa kebencian. Dalam laporan itu Rocky dijerat ancaman pelanggaran Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE

sumber: cnnindonesia.com

0 Response to "Tak Terima Dilaporkan ke Polisi, Rocky Gerung Serang Permadi Arya Dengan Ejekan Kasar Begini..!!"

Posting Komentar