320x100

Nyinyirin Kehadiran Jokowi Di Hari Santri Nasional, Marco Ketua (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir Kena "Sleding" Putri Sulung Gus Dur, MakJleb!


CeriNews.com - Di twitter Alissa Qotrunnada Munawaroh atau yang lebih dikenal dengan nama Alissa Wahid mengomentari sebuah cuitan yang ditulis oleh Marco Kusumawijaya.

“Saya kok menangkap ada itikad bagaimana gitu ya mas dari twit Anda? Nurut saya:
1. Pilpres tidak pilpres, Hari Santri pasti undang Presiden. Siapapun dia.
2. Nanti pun setelah pak Jokowi tidak Presiden lagi, Hari Santri tetap akan undang Beliaw, sebagai yang mencanangkan Hari Santri.”



Sebelumnya Marco yang merupakan Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir itu menulis cuitan “Ke pesantren gak boleh. Ketemu santri boleh, di benteng aja.”

GP Ansor Apresiasi Komitmen Jokowi Canangkan Hari Santri Nasional

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid mengapresiasi komitmen calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) yang kelak bila terpilih menetapkan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

“Rencana Jokowi menjadikan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional harus diapresiasi dan menggembirakan umat Islam, terutama kalangan pondok pesantren. Langkah ini membuktikan komitmen Jokowi dalam rangka menempatkan pesantren sebagai pilar penting dalam rangka mengimplementasikan revolusi mental berbasis ahlussunnah wal jamaah di Indonesia,” kata Nusron di Jakarta, Minggu (29/6/2014).

Sebagai mana diketahui, calon presiden Jokowi menyatakan secara tertulis bahkan menandatangani langsung dukungannya untuk menjadikan tanggal 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional.

Dukungan itu disampaikan saat berkampanye di depan ribuan santri dan pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran, Malang, Jum’at (27/6/2014).

Nusron mengatakan fundamen terpenting dalam revolusi mental adalah bangunan akhlakul karimah atau budi pekerti bangsa Indonesia. Jati diri bangsa Indonesia yang nasionalis dan religius dapat ditanamkan oleh para santri dan guru-guru ngaji di pondok pesantren.

“Selain menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri nasional, revolusi mental berbasis ahlussunnah wal jamaah juga harus mampu membangkitkan tradisi mengaji di kalangan anak-anak bangsa Indonesia,” harap Nusron.

Menurut Nusron dukungan Jokowi tersebut membuktikan bagaimana kepemimpinannya yang memahami dan sekaligus menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Tradisi mengaji di pesantren, surau, langgar, mesjid dan rumah-rumah di petang hari, makin hari makin tergerus oleh modernisasi, sikap glamour, kurikulum pendidikan yang memberatkan anak, konsumerisme dan siaran televisi yang lebih bernuasa hiburan yang berlebihan,” paparnya.

Tindak lanjut dari wacana hari santri nasional itu, GP Ansor juga meminta agar Jokowi bila nanti menjadi presiden memperhatikan kesejehteraan dan nasib guru mengaji.

“Agar mereka semakin bersemangat dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah kepada murid,” tutupnya.

[melekpolitik/tribunnews]

0 Response to "Nyinyirin Kehadiran Jokowi Di Hari Santri Nasional, Marco Ketua (TGUPP) Bidang Pengelolaan Pesisir Kena "Sleding" Putri Sulung Gus Dur, MakJleb!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel