320x100

Ditanya soal Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid, Dubes Saudi Bungkam


CeriNews.com - Arab Saudi mengeluarkan pernyataan soal pembakaran bendera berkalimatkan tauhid yang terjadi di Indonesia. Menurut Saudi, hal itu sangat disayangkan sekali.

Pernyataan ini disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi saat ditemui di kantor pusat Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/11).

"Kami menyayangkan pembakaran kalimat tauhid," kata Dubes Osama dalam konferensi pers usai pertemuan dengan para petinggi Muhammadiyah.



Pembakaran bendera hitam berkalimatkan tauhid itu terjadi saat upacara Hari Santri Nasional di lapangan alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, pada 22 Oktober lalu. Tiga pelaku pembakaran diketahui oknum Banser.

Peristiwa ini memicu kemarahan umat Islam, memantik berbagai gelaran aksi protes di berbagai daerah. Polemik kemudian muncul, apakah bendera hitam dengan kalimat tauhid itu adalah bendera Nabi Muhammad shallalahu alaihi wasallam atau bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.

Bendera Arab Saudi sendiri berwarna hijau dan mengandung kalimat tauhid dengan pedang di bawahnya. Kalimat itu dianggap mulia dan tinggi oleh Saudi, itulah sebabnya bendera negara mereka tidak pernah dikibarkan setengah tiang walau dalam kondisi berduka.

Bendera lengkap Saudi dengan kalimat tauhid juga tidak pernah digunakan di berbagai benda pakai. Saudi pernah memprotes rencana penyematan bendera mereka pada bola di Piala Dunia 2002 karena hal ini.

Masalah bendera hitam dengan kalimat tauhid sempat jadi pernyataan setelah muncul kasus Muhammad Rizieq Syihab yang diperiksa kepolisian Saudi. Dalam kasus itu, Rizieq diperiksa setelah bendera tauhid hitam ditempel di kediamannya. Menurut Rizieq, dia difitnah.



Osama secara spesifik tidak mengomentari bendera di kediaman Rizieq tersebut dan mengapa menjadi masalah di Saudi. Secara umum dia mengatakan, bendera bertuliskan tauhid punya arti penting bagi umat Islam.

"Bendera tauhid dengan tulisan Laa ilaa ha illallah, kalimat itu memiliki arti penting bagi umat Islam," kata Osama.Kumparan

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Osama Mohammed bin Abdullah Al-Shuaibi tidak menjawab pertanyaan awak media terkait hukum bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Sekurangnya, tiga kali wartawan mengulang pertanyaan yang sama. Tetapi, duta besar itu tak menggubrisnya.

"Pak, soal benderanya tadi belum ada jawaban ya," kata wartawan saat sesi tanya jawab pada konferensi pers di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (13/11).

Senada dengan itu, wartawan lain berteriak mempertanyakan jawaban tentang pelarangan bendera bertuliskan kalimat tauhid di Arab Saudi. "Benderanya belum Pak."

Osama meresponsnya dengan mengatakan bahwa kalimat tauhid itu memiliki arti penting bagi umat Islam. Jika bendera itu diletakkan di dinding seseorang, maka, katanya, perlu mencari tahu siapa yang berbuat demikian.

"Apakah jika ada seseorang yang menaruh bendera dianggap kriminal?" Dubes balik bertanya.

Berkaitan dengan Habib Riziq, Osama menyatakan bahwa jika melakukan pelanggaran, tentunya Habib Riziq telah diproses hukum sebagaimana di negara lainnya. (NUonline)

0 Response to "Ditanya soal Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid, Dubes Saudi Bungkam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel