320x100

Hamil 4 Bulan, Istri Deryl Tak Kuasa Sambut Kedatangan Jenazah Suami


CeriNews.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri berhasil mengidentifikasi jenazah Deryl Fida Febrianto (22), salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP asal Surabaya.

Saat dikonfirmasi detikcom, Padiatno (45) ayah mertua Deryl, membenarkan bahwa menantunya itu telah teridentifikasi. Ia pun mengabarkan jika janazah langsung diterbangkan dari Jakarta ke Surabaya.

"Besok pagi pukul 05.15 WIB terbang dari Jakarta," kata Padiatno, Senin (12/11/2018) malam.

Menurut Padiatno, jenazah Deryl akan didampingi langsung oleh kedua orang tuanya yang memang telah berada di Jakarta.

"Saat ini di sana (Jakarta) sudah ada ayahnya Deryl, mamanya sama omnya," imbuh Padiatno.

Sesampainya di Surabaya, Padiatno menambahkan, kemungkinan besar jenazah Deryl akan dimakamkan sesuai dengan keinginan awal keluarganya, yaitu di Kertosono, mengingat keluarga besar ayah Deryl berasal dari Kertosono.

"Sepertinya pada keinginan awal keluarganya dimakamkan di Kertosono," beber Padiatno.

Warga Simo Pomahan Baru, Simomulyo Baru, Sukomanunggal ini meninggalkan seorang istri yang baru dinikahinya dua minggu sebelum menaiki pesawat nahas dengan nomor penerbangan JT 610 tujuan Pangkal Pinang yang kemudian jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Deryl merupakan satu dari tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi kembali oleh tim DVI Polri pada hari Senin, 12 November 2018. Selain Deryl, dua jenazah lainnya adalah milik Shandy Johan Ramadhan (27) berasal dari Duren Sawit, Kalimalang, Jakarta Timur dan Firmansyah Akbar (42) dari Sukabumi, Jabar.

Ketiganya teridentifikasi melalui pemeriksaan DNA.

Baru Menikah 2 Minggu

Saat detikcom mendatangi rumah duka di Jalan Simo Pomahan Baru No 67, RT 5 RW 5, keluarga merasakan kesedihan yang mendalam. Ayah korban bernama Didik Setiawan (44) tak bisa menyembunyikan kesedihan peristiwa yang dialami putra pertamanya tersebut.

"Pertama kali saya mendengar info dari radio sekitar 09.00 WIB. Jika ada penerbangan yang loss contact, saya dengar kok nomor penerbangannya Lion Air JT 610. Waduh itukan nomor penerbangan anak saya," kata Didik Setiawan kepada wartawan di rumahnya, Senin (29/10/2018).

Didik menjelaskan anak kandungnya tersebut, baru saja menikah dengan Lutfiyani Eka Putri (23). Tepatnya, 2 minggu lalu atau 15 Oktober 2018. Saat itu, anak pertama dari 2 bersaudara tersebut tampak bahagia.

"Dia bari 2 minggu menikah. Dapat 2 hari setelah menikah, anak saya berangkat akan kerja pelayaran di Pangkal Pinang. Berangkatnya ke Jakarta, Rabu (17/10) lalu," ungkap Didik.

Bagi orangtuanya, Didik Setiawan dan ibunya, Saining (45) kepergian Deryl ke Pangkal Pinang untuk pertama kalinya bekerja di pelayaran. "Anak saya baru pertama kali kerja. Tapi sekarang anak saya hilang di dalam pesawat," kata Didik sembari mengusap air matanya.

Sebelum pesawat Lion Air JT 610 lost contact, Didik sempat melakukan komunikasi via whatsapp tadi pagi. "Jam 05.00 WIB pagi saya komunikasi dengan anak saya. Katanya Alhamdulillah sudah naik pesawat. Setelah itu pukul 07.00 WIB anak saya tidak bisa dihubungi," ungkapnya.

Hamil 4 Bulan, Istri Deryl Tak Kuasa Sambut Kedatangan Jenazah Suami

 Jenazah Deryl Fida Febrianto (22) korban pesawat Lion Air JT 610 tiba di Surabaya. Suasana tangis dan histeris mewarnai penyambutan jenazah yang sudah ditunggu kedatangannya sejak pagi, Selasa (13/11/2018).

Pantauan detikcom, jenazah Deryl tiba di rumah duka Simo Pomahan Baru pukul 07.40 WIB. Jenazah dibawa dengan ambulance diikuti satu mobil transportasi dari maskapai Lion Air.

Tangisan dan histeris bertambah meledak saat peti dibawa ke dalam rumah duka. Tampak Lutfiyah Eka Putri (23), istri Dery didampingi Padiatno (45) ayahnya tak henti-hentinya menangis. Sesaat kemudian perempuan yang sedang mengandung 4 bulan itu jatuh pingsan dan dibawa ke kamar.

Priyanto dalam sambutan mewakili keluarga Deryl mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada pelayat yang sudah datang dan menunggu sejak pagi.

"Anak kami ini meninggal dalam rangka mencari rezeki. Tapi dalam perjalanannya terkena musibah dan meninggal. Semoga Allah menilai anak kami meninggal dalam keadaan syahid," kata Priyanto.

Jenazah Deryl korban Lion Air disalatkan/Jenazah Deryl korban Lion Air disalatkan/ Foto: Amir Baihaqi

Priyanto mengaku istri Deryl kini hamil 4 bulan. Sebelumnya, keduanya telah menikah siri beberapa bulan lalu sebelum tragedi Lion Air. "Iya, istrinya hamil 4 bulan. Mereka sebelumnya sudah menikah secara agama beberapa bulan lalu," tambahnya.

Usai penyerahan di rumah duka, jenazah langsung dibawa ke Masjid Alkaromah untuk disalati. Tampak beberapa sahabat, tetangga dan keluarga kusyuk mendoakan dan memberi penghormatan terakhir bagi korban.

Tak butuh waktu lama, peti mati korban langsung diangkat lagi ke ambulance dan siap diberangkatkan ke Kertosono. Tampak istri Deryl setia mendampingi jenazah suami bersama ayahnya. Sedangkan keluarga yang lain berada di mobil lain yang disediakan dari maskapai Lion Air.

Khoiril Anam, guru ngaji Deryl mengatakan jenazah akan langsung dibawa ke Dusun Payaman, Desa Trayan, Kertosono, untuk dimakamkan. (detik.com)

0 Response to "Hamil 4 Bulan, Istri Deryl Tak Kuasa Sambut Kedatangan Jenazah Suami"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel