Sebelum Diamankan Polisi, Pemilik Indekos Sebut Oknum Kepsek FSA Sempat Curhat Begini dengan Istrinya

Sebelum Diamankan Polisi, Pemilik Indekos Sebut Oknum Kepsek FSA Sempat Curhat Begini dengan Istrinya


CeriNews.com - Ismail, pemilik indekos tempat oknum Kepsek SMPN di Simpang Hilir menyewa, mengaku FSA sempat menuturkan tidak menyangka tulisannya di facebook ternyata berdampak panjang.

FSA bahkan sampai menangis atas kejadian yang dialaminya.

Sewaktu diperiksa oleh aparat kepolisian pada Minggu (13/5), FSA sempat curhat dengan istri Ismail.

Saat itu FSA mengaku menyesal atas perbuatannya dan tidak menyangka jika akan menghadapi perkara sebesar ini.

"Waktu itu dia sambil nangis-nangis cerita dengan istri saya. Pokoknya dia nyesallah katanya gara-gara komentarnya di Facebook itu," ungkap Ismail saat ditemui di kediamannya di Jalan Sungai Mengkuang, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kepada Tribun, Jumat (18/5).

Ismail pun kini tidak mengetahui keberadaan FSA pasca pamit pada Senin (14/5) sore yang lalu.

Bahkan dirinya mengaku tidak tahu kalau yang menjemput FSA saat itu adalah aparat kepolisian.

"Dia pamit sambil nangis-nangis, kita ndak tahu kalau yang jemput dia waktu itu polisi. Kita kira kawan atau keluarganya," tutupnya.

Makanya, dirinya mengaku tidak tahu jika tersangka ujaran kebencian via media sosial itu kini telah ditahan oleh aparat kepolisian.

Ismail mengaku kaget dengan kasus yang menimpa FSA. Menurut Ismail, perilaku FSA selama ini tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan, FSA dikenal baik dan aktif beribadah.

Bahkan, Ismail maupun istrinya tak pernah sama sekali berselisih paham atau terlibat cek-cok dengan FSA. Ismail tinggal satu atap dengan warga yang tinggal di kos-kosannya.

"Setahu saya dia itu aktif ikut Muhammadiyah disini, sudah dua kali kalau ndak salah ikut pelatihan Muhammadiyah keluar, tapi ndak tahu dimana," kata Ismail.

Ismail menyebut, FSA juga termasuk jarang berbincang dengan dirinya maupun istrinya jika tidak disapa terlebih dahulu.

Sebab, biasanya pagi-pagi sekali FSA sudah berangkat bekerja dan baru pulang ke indekos sekitar pukul 15.00-16.00 WIB.

"Habis itu dia langsung masuk kamar, keluar ndak keluar paling kalau ada kegiatan atau mau ke tempat keluarganya disini," cerita Ismail.FSA, lanjut Ismail, belum genap satu tahun menyewa kamar kos-kosan tersebut.

Sumber : Tribun Pontianak
Read More
Dituduh Jadi Intel, Eks Napi Sofyan Tsauri Polisikan Rizieq Shihab dan Tantang Mubahala Pendukungnya. Lihat Videonya!

Dituduh Jadi Intel, Eks Napi Sofyan Tsauri Polisikan Rizieq Shihab dan Tantang Mubahala Pendukungnya. Lihat Videonya!


CeriNews.com - Eks narapidana teroris (napiter), Sofyan Tsauri, berencana melaporkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab ke pihak kepolisian. Laporan tersebut lantaran Sofyan merasa keselamatan dirinya dan keluarga terancam karena video ceramah Rizieq yang menyebut dirinya intelijen.

"Saya akan menempuh jalan terakhir sebagai warga negara Indonesia, saya akan menempuh jalan hukum dan saya akan melaporkan ini dengan pihak-pihak yang menuduh, terutama kelompok-kelompok yang mem-banner-kan bahwa saya yang merekayasa, men-setting, melahirkan terorisme," kata Sofyan di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/5/2018).

Sofyan merasa tak nyaman dengan komentar Habib Rizieq soal dirinya. Sofyan menegaskan dirinya bukan intelijen yang sengaja merekayasa kelahiran kelompok Islam radikal.

"Ini adalah tuduhan keji. Saya tidak ada hubungan dengan intelijen. Saya akan laporkan (tuduhan) ini kepada pihak berwajib. Saya minta pihak-pihak yang bertanggung jawab memviralkan video ini, agar bisa diproses hukum," tegas Sofyan.

Dia pun berniat mengajak bertemu pihak-pihak yang menyebut dirinya intelijen yang terlibat dalam pembentukan kelompok teroris di Aceh dan menyebut dirinya telah menjebak Ketua Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir.

"Terakhir, saya mengajak kelompok-kelompok atau siapa saja yang menuduh sampai hari ini, yang saya terlibat kelompok Aceh, saya menyeret Ustaz Abu dan saya dituduh intel, saya mengajak kepada para penuduh untuk bermubahalah. Dan saya mengajak istri dan anak-anak saya yang lima orang untuk bermubahalah," ujar dia.

Sofyan mengaku kaget namanya disebut-sebut Habib Rizieq. Sofyan mengaku tak saling kenal dan tak pernah bertemu dengan Habib Rizieq.

"Saya tidak pernah ketemu Habib Rizieq, tidak pernah tabayun, tiba-tiba dia mencatut nama saya. Parahnya dia di situ, fatal menurut saya. Saya marah sewaktu dengar nama saya dicatut. Dari dulu saya sudah ajak mubahalah," tutur Sofyan.

Sofyan menggambarkan dampak riil tuduhan Habib Rizieq atas kehidupannya. Pria yang menjadi pendakwah ini mengaku dijauhi umat setelah kabar dirinya intelijen Polri. Dia pun khawatir menjadi sasaran kelompok Islam radikal yang merasa dikhianati.

"Setelah ini saya akan buat laporan. Ini tuduhan yang sudah sangat fatal buat saya. Dampak riilnya saya jadi dimusuhi umat Islam karena itu. Kedua, kalau sudah tuduh saya intel, dalam terminologi gerakan Islam, intel itu kafir. Berarti konsekuensinya menghalalkan darah saya, harta saya," ucap Sofyan.

"Tuduhan itu berkonsekuensi. Saya dituduh mengkhianati Islam, itu mengancam keselamatan saya. Sampai sekarang orang takut bergaul dengan saya dan akhirnya menghambat dakwah saya. Tuduhan Habib, Munarman, dan FPI dari 2010," sambung dia.

Sofyan adalah eks anggota Polri dan juga eks napi teroris. Sofyan sempat aktif sebagai polisi di Satuan Sabhara dan Satuan Binmas Polresta Depok sejak 1998 hingga 2008.

Dia mendalami ajaran Aman Abdurrahman sejak 2006 silam. Dia lalu dipecat dengan tidak hormat (PTDH) pada 2009 dan masuk kelompok teroris. Pada 2010, Sofyan ditangkap Densus 88 Antiteror dan menjalani proses hukum. Dia divonis 10 tahun penjara.

Sofyan dituduh menjadi penyebab lahirnya kelompok teroris dan melatih bibit-bibit teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok oleh Habib Rizieq. Sofyan disebut merekrut orang-orang untuk menganut paham radikal, memberikan senjata, serta memberi pelatihan perang sampai ke Aceh.

Rizieq menyebut setelah kelompok teroris di Aceh tertangkap aparat, Sofyan menghilang. Berikut kata-kata Habib Rizieq yang dikutip detikcom dari video berdurasi 5 menit 35 detik. Diduga saat itu Rizieq sedang memberi ceramah.

"Orang bilang 'Habib itu Ustaz Abu Bakar Baasyir ditangkap gara-gara terorisme'. Saya tahu perkaranya saudara. Bukan Ustaz Abu Bakar Baasyir yang suruh rakyat perang. Bukan Ustaz Abu Bakar Baasyir, saudara. Yang menciptakan terorisme, seorang yang namanya Sofyan Tsauri. Anggota Brimob, saudara. Dia rekrut anak-anak muda, termasuk laskar FPI, saudara. Sepuluh laskar FPI direkrut sama Sofyan Tsauri, anggota Brimob. Dia rekrut dari FPI, dia rekrut dari MMI, dia rekrut dari JAT, dia rekrut murid-murid Ustaz Abu Bakar Baaayir, dilatih perang. Dilatih nembak di Mako Brimob, saudara. Sepuluh laskar FPI dilatih perang. Dilatih nembak di Mako Brimob, saudara. Setelah itu dibawa ke Aceh, mereka dikasih senjata, dikasih amunisi, disuruh latihan perang, begitu mereka latihan perang digrebek Brimob dan Densus, saudara. Itu yang merekrut, lari, hilang," ucap Rizieq, sebagaimana dikutip detikcom dari video berjudul Sofyan Tsauri Sang Pencetak Teroris di laman Youtube.


Video tersebut awalnya diunggah akun dengan user name Mujahid 212 pada kemarin, Jumat (18/5) dan viral.

Sofyan Sauri menantang Rizieq Syihab MUBAHALA !!!



Sumber: Detik.com/Beritaterheboh.com
Read More
Sebulan Bergaji Puluhan Juta, Pilot Garuda Dinonaktifkan Karena Pro Teroris, Lihat Nominalnya Bikin Melongo!

Sebulan Bergaji Puluhan Juta, Pilot Garuda Dinonaktifkan Karena Pro Teroris, Lihat Nominalnya Bikin Melongo!


CeriNews.com - Gaji pilot Garuda Indonesia yang paling tinggi di Indonesia tidak membuat Oxky Gavalbia Thaib berhati-hati mengeluarkan uneg-unegnya di media sosial. Tak tanggung-tanggung gaji mereka sebesar Rp 71 juta sebulan.

Namun ini tidak diindahkan oleh Oxky. Hanya dengan satu tombol dari jemarinya, dia harus menerima fakta tidak bisa menerima gaji tinggi itu lagi.

Dia dinonaktifkan sebagai pilot di maskapai Garuda Indonesia.

Celakanya postingan Oxky menyangkut isu sensitif yang belakangan ini terjadi di Indonesia yakni soal aksi terorisme bom bunuh diri di Surabaya.

Menariknya Oxky hanya mengomentari dengan komentar: dudududuuuuu dengan menge-shere sebuah postingan pemilik akun bernama Sofyan. Sofyan menyebut keluarga Dita, pelaku bom bunuh diri di Surabaya, sebagai korban.

Manajemen Garuda Indonesia secara resmi menonaktifkan oknum pilot mereka yang diduga mem-posting pemberitaan tertentu mengenai terorisme, beberapa waktu lalu.



Keputusan tersebut dilakukan pada Jumat (18/5/2018) kemarin.

"Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu (19/5/2018).

Selain menyelidiki seputar postingan yang dimaksud, Garuda Indonesia juga mencari tahu lebih lanjut apa hubungan antara oknum pilot itu dengan seorang perempuan yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Jika didapati bukti yang memadai, Hengki memastikan manajemen akan menindaknya sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan, sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika," tutur Hengki.

Hengki turut menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut yang berdampak pada ketidaknyamanan di masyarakat.

Dia memastikan, pihaknya akan terus memantau perilaku pegawainya dan terus mengingatkan untuk mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian berkaitan dengan posting-an di media sosial, terutama yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan.

Oknum pilot dengan inisial OGT ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya.

Oxky, melalui posting-an di media sosial Facebook miliknya hanya men-shere informasi kalau bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian.

Berdasarkan informasi PT Garuda Indonesia Tbk mengklaim jumlah gaji yang didapatkan oleh pilot-pilot lokalnya lebih besar ketimbang gaji pilot asing yang dikontraknya.

Dalam sebulan gaji pilot lokal mencapai Rp 71 juta, sementara pilot asing Rp 68,8 juta/bulan.

Hanya Men-share Komentar Orang Lain


Oknum pilot dengan inisial Oxky ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya.

Oxky, melalui posting-an di media sosial Facebook miliknya, menilai bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap pihak kepolisian.

Selain postingannya, juga menulis komentar "dudududuuuuu" pada postingan status facebook Sofyan.

Sofyan menyebut keluarga Dita, pelaku bom bunuh diri di Surabaya, sebagai korban.

Berikut status Sofyan yang dibagikan dan dikomentari oleh OGT: "Terkuak sudah kebenarannya, media asing lebih jujur daripada media lokal sendiri. Pelaku bom bunuh diri ternyata tidak pernah ke Syuria, dan pelaku ini dijebak diminta mengantarkan paket ke 3 gereja disurabaya, supaya lebih cepat sampai ke 3 lokasi karena akan dipakai oleh para jemaat gereja yg akan beribadah di hari minggu itu. Maka anaknya si ibu ini jga ikut mengantar ke lokasi yg berbeda, tpi ternyata dari belakang ada algojo yg sudah siap memencet remot kontrol utk meledakkan bom di lokasi2 tersebut, begitu pula Bom yg meledak di Mapolres Surabaya, yg membawa Bom adalah seorang tukan ojek yg diminta membawa paket ke Mapolres tersebut dengan upah 100rbu. Sungguh cara yang BIA*** hanya demi Hausnya kekuasaan, Muslim yg menjadi kambing hitam."

"Cuma Ingatin buat @indonesiaGaruda soal postingan Pilotnya yg membela aksi teror jika masih tidak diambil tindakan oleh managemen siap2 sepi penumpangnya karena sudah viral takut spt kasus Malaysia Airlines," twit @kurawa.

Selain di Twitter, status OGT juga ramai di Facebook.

Salah satu pengguna akun Facebook Jennifer Maroon ikut mengomentari soal komentar OGT ini:

"Dear manajemen Garuda Indonesia.. Benarkah ini salah satu pilot anda yang bernama OGT yang share muatan pro terorisme di medsosnya? (sblm dinon-aktifkan). Saya jadi waswas bila Garuda mempekerjakan seorang pilot Garuda dengan paradigma seperti ini."

Sumber : Tribun Medan
Read More
Maduro Kembali Menangi Pilpres Venezuela, Oposisi Tolak Akui

Maduro Kembali Menangi Pilpres Venezuela, Oposisi Tolak Akui


CeriNews.com - Presiden Nicolas Maduro mengumumkan kemenangannya dalam pemilihan presiden (pilpres) pada Minggu (20/5) yang disebut tidak valid oleh rival-rivalnya. Para rival Maduro tidak mengakui hasil tersebut dan menyerukan digelarnya pilpres baru tahun ini.

Dalam pilpres yang dilangsungkan di tengah krisis ekonomi yang melanda Venezuela ini, hanya sekitar 46 persen pemilih yang menggunakan hak suaranya. Pilpres tersebut telah diboikot oleh oposisi dan dikecam oleh sebagian besar komunitas internasional. Namun Maduro mengklaim pilpres ini telah membuatnya kembali menjabat untuk periode kedua hingga tahun 2025 mendatang.

"Kami tidak mengakui proses pemilihan ini sebagai valid, benar," cetus rival utama Maduro, Henri Falcon dalam konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/5/2018).

"Bagi kami, tak ada pemilihan. Kita harus mengadakan pemilihan baru di Venezuela," imbuhnya.

Falcon mengatakan ada ketidakberesan dalam penyelenggaraan pilpres kemarin. Salah satunya, penempatan hampir 13.000 stan pro-pemerintah di dekat tempat pemungutan suara.

"Kami tidak mengakui proses pemilu ini," cetusnya.

Sebelum pemungutan suara digelar pun, Falcon telah mengumumkan bahwa dia tidak akan mengakui hasil pilpres karena kecurangan massal terjadi.

Namun di depan ribuan pendukungnya yang bersorak gembira, Maduro memuji kemenangannya ini sebagai "catatan bersejarah". "Belum pernah seorang kandidat presiden mendapatkan 68 persen suara populer," ujarnya yang disambut tepuk tangan para pendukungnya di luar Istana Miraflores di Caracas.

"Kita menang lagi! Kita menang lagi! Kita adalah kekuatan sejarah yanng berubah menjadi kemenangan populer permanen," imbuh Maduro.

Menurut hasil resmi, Maduro meraih 67,7 persen suara, dengan Henri Falcon berada di tempat kedua dengan hanya meraih 21,2 persen suara.

Sumber: Detik.com
Read More
Belum Setahun Menjabat Anies-Sandi Sudah Cetak Rekor. Kalahkan Beijing dan Lahore, Ini Predikat Baru Jakarta!

Belum Setahun Menjabat Anies-Sandi Sudah Cetak Rekor. Kalahkan Beijing dan Lahore, Ini Predikat Baru Jakarta!


CeriNews.com - Per tahun 2018, Jakarta sudah ditetapkan menjadi kota dengan kualitas udara terburuk sedunia versi situs pemantau kualitas udara Amerika Serikat bernama Air Visual.

Sayangnya, petugas Dinas Lingkungan Hidup yang telah dibayar mahal belum menunjukkan inovasi  berarti untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota.

Hal tersebut diungkap  Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji yang mengatakan, Saat ini, pihaknya sudah memiliki alat monitor udara.

"Kita punya SPKU, Stasiun Pemantau Kualitas Udara," ujar Isnawa saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (18/5).

Padahal, cara konvensional yang berkutat pada mengawasi (memonitor) tidak dapat memperbaiki kualitas udara karna alat monitor bukanlah pembersih udara. Sehingga sebanyak apapun alat monitornya jika tidak diimbangi tindakan perbaikan lingkungan maka hanyah pemborosan uang rakyat.



Selain pemantauan tersebut, Dinas LH juga sedang menggencarkan program uji emisi yang lagi-lagi merupakan teknik lama dan justeru membuka keran Pungli.

"Jakarta akan jadi kota pertama yang akan wajibkan uji emisi kendaraan sebagai bagian pemantauan kualitas udara," tegasnya.

Sebelumnya, hasil pengujian indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang dilakukan dengan alat pemantau Kedutaan Besar AS dirilis pada Minggu (13/5).

Kualitas udara di Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat, dan mengalahkan kota-kota besar lain di dunia seperti Lahore, Pakistan; Dhaka, Bangladesh; dan Beijing, China.

Sumber: Jawapos.com, diadabtasi.
Read More
VIDEO: Pengakuan Ali Imron, Terpidana Bom Bali: Cukup 2 Jam Memprovokasi Sampai Siap Bunuh Diri. Ternyata Seperti Ini Modusnya

VIDEO: Pengakuan Ali Imron, Terpidana Bom Bali: Cukup 2 Jam Memprovokasi Sampai Siap Bunuh Diri. Ternyata Seperti Ini Modusnya


CeriNews.com -  Ali Imron, terpidana kasus bom bali, baru-baru ini mengungkapkan beberapa hal terkait aksi terorisme.

Dilansir dari Tribunnews, Ali Imron mengatakan dirinya sudah menjadi teroris sebelum berdirinya ISIS.

Ia mengaku dirinya bukanlah bagian dari ISIS melainkan dari Jaringan Islamiyah (JI) yang ternyata berbeda dengan ISIS.

Menurut pengakuannya, JI berhubungan dengan Alqaidah dan JAD (Jaringan Ansarut Daulah) merupakan kroni dari ISIS.

Ali Imron (dari Jaringan Islamiyah) menyebut jika bom-bom yang selama ini dilancarkan didasarkan karena adanya kericuhan terhadap kaum islam.

Contohnya, bom gereja dilancarkan karena sebelumnya ada kerusuhan di Ambon dan Poso.

Selain itu bom Bali karena penyerangan Amerika terhadap Afganistan.

Besar kemungkinan, pada saat bom Bali, banyak orang Amerika di sana.

Dari akun instagram rohi silalahi @silalahirosi, salah satu News Director Kompas TV, Ali Imron menuturkan hal tak terduga.

“Sebenarnya berapa lama sih yang dibutuhkan oleh remaja atau usia-usia muda lainnya untuk menerima paham ini dan kemudian tergerak begabung dengan kelompok terror?”, tanya Rosi.

“Jadi tidak lama”, jawab Ali Imron.

“Tidak lama?” sambung Rosi.

“Tidak lama. Kalau seperti saya ini mengajak orang cukup dalam 2 jam saja”, ungkapnya.

Simak wawancara singkat Rosi Silalahi bersama Ali Imron dalam tautan di bawah ini (Grid.id))

Read More
Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii Dari Gerindra : Teroris Sesungguhnya Polisi Sedangkan Santoso Mati Sebagai Syuhada

Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii Dari Gerindra : Teroris Sesungguhnya Polisi Sedangkan Santoso Mati Sebagai Syuhada


CeriNews.com - Pernyataan Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Terorisme DPR RI Muhammad Syafii yang menyebut bahwa polisi adalah teroris yang sebenarnya di Poso, dan Santoso tidak dianggap sebagai teroris, sangat melukai perasaan aparat kepolisian yang sedang bertugas di daerah itu.

"Kami sangat menyesalkan pernyataan seperti itu. Polisi ada di Poso karena perintah negara dan menjalankan amanat undang-undang," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto yang dihubungi di Palu, Selasa (26/7) malam.

Polisi di Poso, kata Hari, merupakan representasi negara sehingga tidak mungkin polisi menyakiti masyarakat yang tidak bersalah.

"Jadi kalau pak Muhammad Syafii menyebut bahwa polisi-lah teroris yang sebenarnya di Poso, ini sangat melukai perasaan ribuan polisi yang bertugas di sana," kata Hari.

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan.

Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat.

Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada.

Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya. "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan," kata Hari Suprapto.

Sumber: republika.co.id
Read More

Cari Blog Ini